Minggu, 24 Maret 2013

keterampilan sosial


Keterampilan Sosial Bagi Mahasiswa


Perilaku individu dan masyarakat yang menggambarkan ketiadaan keterampilan sosial, banyak sekali kejadian yang mencerminkan ketiadaan keterampilan sosial yang dimiliki individu dan masyarakat, mungkin istilah ”keterampilan sosial” sangat asing bagi masyarakat luas terutama pada kalangan dengan pendidikan yang kurang tinggi, dan juga keterampilan sosial seseorang dapat dipengaruhi oleh jenjang pendidikan yang mereka dapatkan dan kebiasaan sehari-hari yang mereka bawa dari keluarga sendiri bahkan berhubungan dengan karakter yang mereka bangun.
Disini saya akan membahas kebiasaan mahasiswa yang kurang memiliki keterampilan sosial dalam hal membuang sampah, kadang memang sulit untuk membuang sampah bekas makanan yang kita makan dan juga dikarenakan oleh sulitnya mencari tempat sampah. Karakter dan kebiasaan yang berbeda-beda terkadang juga menjadi salah satu faktor banyaknya sampah yang berserakan disekitaran kampus. Dengan adanya petugas kebersihan yang disediakan oleh pihak universitas menjadikan para mahasiswa terkadang berfikir dan berbicara “tenang ada petugas ini kitakan sudah bayar”. Selanjutnya salah satu kurangnya keterampilan sosial yang dilakukan oleh mahasiswa yaitu ketika mereka terlambat masuk ke dalam kelas, tidak adanya keterampilan sosial yang mereka lakukan dengan langsung duduk ketika datang terlambat dan tidak mengucapkan salam atau permintaan maaf terhadap dosen yang telah ada di dalam kelas.
Keterampilan sosial yang dilakukan untuk tidak membuang sampah bekas makanan yang kita makan yaitu salah satunya dengan menyimpan sampah tersebut didalam saku celana maupun jaket dan sambil mencari tempat sampah untuk membuang sampah tersebut atau dengan mengumpulkan sampah tersebut sehingga tidak berserakan yang dimasukan kedalam kantong plastik yang ada, hal ini dapat memudahkan para petugas kebersihan untuk mengambil sampah yang ada. Selanjutnya keterampilan sosial ketika datang terlambat kedalam kelas yaitu dengan mengetuk pintu dan memberikan salam kepada dosen lalu berkata “boleh kah saya masuk dan duduk pak/bu ?”
Perubahan yang terjadi ketika kita melakukan keterampilan sosial yang tersebut diatas yaitu dengan memperlihatkan menyimpan sampah disaku yang ada untuk selanjutnya dibuang ke tempat sampah, ada beberapa teman saya atau mahasiswa lain meniru hal tersebut dan juga selalu membereskan bekas sampah yang telah dibuat sehingga tidak berserakan di sekitaran kampus. Selanjutnya ketika saya menegur teman yang terlambat dengan memberi tahu bahwa ketika masuk ke dalam kelas harus setidaknya mengucapkan salam terlebih dahulu dan selebihnya bisa mengucapkan “bolehkah saya masuk dan duduk”, dan itu sangat berguna pada teman saya tersebut, mungkin teman saya tersebut tidak terbiasa dengan hal demikian sehingga dia masuk dengan seenaknya tanpa permisi, hingga sampai saat ini teman saya dapat menggunakan keterampilan sosial tersebut.