Keterampilan Sosial Bagi Mahasiswa
Perilaku
individu dan masyarakat yang menggambarkan ketiadaan keterampilan sosial,
banyak sekali kejadian yang mencerminkan ketiadaan keterampilan sosial yang
dimiliki individu dan masyarakat, mungkin istilah ”keterampilan sosial” sangat
asing bagi masyarakat luas terutama pada kalangan dengan pendidikan yang kurang
tinggi, dan juga keterampilan sosial seseorang dapat dipengaruhi oleh jenjang
pendidikan yang mereka dapatkan dan kebiasaan sehari-hari yang mereka bawa dari
keluarga sendiri bahkan berhubungan dengan karakter yang mereka bangun.
Disini
saya akan membahas kebiasaan mahasiswa yang kurang memiliki keterampilan sosial
dalam hal membuang sampah, kadang memang sulit untuk membuang sampah bekas
makanan yang kita makan dan juga dikarenakan oleh sulitnya mencari tempat
sampah. Karakter dan kebiasaan yang berbeda-beda terkadang juga menjadi salah
satu faktor banyaknya sampah yang berserakan disekitaran kampus. Dengan adanya
petugas kebersihan yang disediakan oleh pihak universitas menjadikan para
mahasiswa terkadang berfikir dan berbicara “tenang ada petugas ini kitakan
sudah bayar”. Selanjutnya salah satu kurangnya keterampilan sosial yang
dilakukan oleh mahasiswa yaitu ketika mereka terlambat masuk ke dalam kelas,
tidak adanya keterampilan sosial yang mereka lakukan dengan langsung duduk
ketika datang terlambat dan tidak mengucapkan salam atau permintaan maaf
terhadap dosen yang telah ada di dalam kelas.
Keterampilan
sosial yang dilakukan untuk tidak membuang sampah bekas makanan yang kita makan
yaitu salah satunya dengan menyimpan sampah tersebut didalam saku celana maupun
jaket dan sambil mencari tempat sampah untuk membuang sampah tersebut atau
dengan mengumpulkan sampah tersebut sehingga tidak berserakan yang dimasukan
kedalam kantong plastik yang ada, hal ini dapat memudahkan para petugas
kebersihan untuk mengambil sampah yang ada. Selanjutnya keterampilan sosial
ketika datang terlambat kedalam kelas yaitu dengan mengetuk pintu dan memberikan
salam kepada dosen lalu berkata “boleh kah saya masuk dan duduk pak/bu ?”
Perubahan
yang terjadi ketika kita melakukan keterampilan sosial yang tersebut diatas
yaitu dengan memperlihatkan menyimpan sampah disaku yang ada untuk selanjutnya
dibuang ke tempat sampah, ada beberapa teman saya atau mahasiswa lain meniru
hal tersebut dan juga selalu membereskan bekas sampah yang telah dibuat
sehingga tidak berserakan di sekitaran kampus. Selanjutnya ketika saya menegur
teman yang terlambat dengan memberi tahu bahwa ketika masuk ke dalam kelas
harus setidaknya mengucapkan salam terlebih dahulu dan selebihnya bisa
mengucapkan “bolehkah saya masuk dan duduk”, dan itu sangat berguna pada teman
saya tersebut, mungkin teman saya tersebut tidak terbiasa dengan hal demikian
sehingga dia masuk dengan seenaknya tanpa permisi, hingga sampai saat ini teman
saya dapat menggunakan keterampilan sosial tersebut.